Hepatektomi (Minor dan Major)

Hati adalah organ terbesar dengan fungsi sangat penting. Hati terbagi menjadi 8 segmen anatomi. Penderita gagal hati adalah kondisi yang permanen, artinya tidak dapat dipulihkan.

Hati memiliki fingsi penting agar manusia dapat bertahan hidup, di antaranya memetabolisme karbohidrat, protein, lemak, dan hormon. Hati juga berfungsi menetralkan racun dan mengeluarkan obat-obatan dari tubuh. Hati adalah tempat diproduksinya cairan empedu untuk mencerna lemak. Fungi hati lainnya adalah menyimpan glikogen, Vitamin A, Vitamin B12, dan zat besi yang akan disalurkan ke darah tubuh memerlukan. Ketika hati tidak mampu menjalankan semua fungsi tadi (misalnya karena penyakit), maka tidak ada organ lain yang akan menggantikannya. Berbeda dengan penyakit pada ginjal, jantung atau paru di mana kegagalan fungsi organ-organ ini masih dapat didukung oleh mesin.

Membuang sebagian hati dapat dilakukan ketika ditemukan pertumbuhan tumor di hati. Hepatektomi adalah prosedur bedah untuk memotong sebagian hati. Hepatektomi dalam istilah kedokteran disebut reseksi hati. Hepatektomi minor jika bagian hati yang dibuang paling banyak 3 segmen, sedangkan hepatektomi mayor jika bagian hati yang dipotong 4 atau lebih segmen. Satu keajaiban hati adalah, kapsitasnya untuk regenerasi. Jika bagian hati direseksi, dalam waktu tertentu hati mendapatkan kembali fungsi yang hilang selama sel-sel hati yang masih tersisa dalam kondisi sehat.

Apa itu hepatektomi?

Hepatektomi adalah prosedur pengambilan tumor hati, dengan mengambil bagian hati yang terkena dampak tumor dan menyisakan bagian hati yang masih sehat. Menenentukan tindakan hepatektomi minor atau mayor sangat penting karena hepatektomi mayor membawa risiko operasi yang lebih besar dibandingkan hepatektomi minor. Dengan teknik operasi terbaru yakni menggunakan teknologi laparaskopi, saat ini banyak bedah hepatektomi minor dapat dilakukan oleh ahli bedah hepatobilier yang terlatih.

Tumor hati dapat jinak atau ganas. Jenis-jenis tumor jinak di antaranya:

  • Adenoma hepatoseluler
  • Hemangioma besar (umumnya disertai gejala)
  • Kistadenoma kantung empedu

Tumor ganas yang tumbuh di sel-sel hati sebagai tumor primer disebut karsinoma hepatoseluler. Tetapi, kebanyakan kasus tumor ganas atau neoplasma di hati adalah tumor sekunder, yang artinya merupakan metastasis atau penyebaran dari kanker di organ tubuh lain, misalnya:

  • Kanker usus besar dan rektum (kanker kolorektal)
  • Kanker pankreas
  • Kanker payudara
  • Kanker ovarium dan kanker rahim
  • Kanker paru
  • Kanker ginjal
  • Kanker tenggorokan
  • Kanker lambung

Hepatektomi kanker hati

Teknik hepatektomi dalam dilakukan dengan operasi terbuka atau prosedur laparoskopi. Tes pencitraan dengan computerized tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) disertai angiogradi dilakukan terlebih dahulu untuk melihat lokasi tumor dan sejauh mana penyebaran kanker, apakah masih dapat dilakukan pembedahan. Reseksi sebagian hati yang mengandung sel kanker dapat mencegah kanker membesar dan menyebar. Diperlukan perhitungan dan rencana matang dalam menentukan ukuran hati yang tersisa, sehingga masih dapat menopang hidup pasien.

Keputusan tindakan hepatektomi minor atau mayor tergantung ukuran, lokasi, dan jumlah kanker. Dokter bedah akan membuang bagian hati di mana tumor tumbuh. Namun tidak semua tumor hati dapat diangkat. Umumnya, pasien yang memiliki ukuran tumor yang besar dan sudah mengenai pembuluh darah besar di hati, atau jumlah tumornya banyak yang menyebar di hampir semua bagian hati, serta tumor yang sudah menyebar ke luar hati, tidak dapat dilakukan hepatektomi.

However, not all tumors can be removed. Generally, patients with large tumors with invasion into major liver vessels, multiple tumors located at different lobes of the liver, and with tumors that have spread outside of the liver may not eligible for hepatectomy.

Pada pasien ini, transpantasi hati adalah pilihan terbaik untuk mengobati kanker hati.