Bedah Reseksi Hati

Reseksi Hati Invasif Minimalis

Hati adalah organ esensial, organ vital, yang dimiliki manusia. Karenanya, kegagalan hati dalam melakukan fungsinya sehari-hari sepadan dengan hidup individu yang bersangkutan.

Tanpa kita sadari, ada segudang peran yang dilakukan hati. Selain berkaitan erat dengan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, dan hormone, hati juga bertugas mengeluarkan racun dari tubuh. Menyintesiskan empedu yang melarutkan lemak. Menyimpan glikogen, vitamin A, B12, zat besi—lalu melepaskannya ke dalam aliran darah ketika tubuh kritis. Inilah sedikit dari alasan kenapa hati tak tergantikan. Ketika ia rusak, tak ada organ lain yang mampu menggantikan—seperti halnya ginjal, paru-paru, dan jantung.

Meski begitu, menyingkirkan sebagian kecil dari porsi hati mungkin diperlukan bila ditemukan pertumbuhan abnormal atau tumor di dalamnya. Dan cara untuk melakukannya disebut hepatectomy.

Apa itu Hepatectomy?

Hepatectomy adalah prosedur bedah untuk menyingkirkan sebagian porsi dari organ hati.

Juga dikenal dengan istilah reseksi hati, prosedur ini dibagi dua kategori: hepatectomy besar, hepatectomy kecil. Letak perbedaannya pada risiko yang diambil—di mana hepatectomy besar memiliki risiko dua kali lebih besar dibanding hepatectomy kecil. Selain itu, prosedur keduanya juga berbeda. Hepatectomy besar bertugas menghilangkan 4 (empat) bagian dari hati atau lebih, sedangkan hepatectomy kecil hanya 3 (tiga) bagian atau kurang.

Yang menakjubkan, walau telah mengalami reseksi, organ hati akan kembali pulih, perlahan-lahan—selagi masih ada sel-sel yang sehat.

Dengan hadirnya teknik bedah terbaru dan kemajuan teknologi, banyak bedah hepatectomy kecil yang bisa dilakukan secara laparoskopi oleh ahli bedah hepatobilier terlatih.

Ada dua kategori tumor: jinak dan ganas. Tumor-tumor yang termasuk jinak adalah:

  • Adenoma hepatoseluler
  • Hemangioma besar (yang merupakan gejala)
  • Cystadenoma empedu

Sedangkan tumor ganas—yang berasal dari sel hati—adalah tumor hati primer dan disebut karsinoma hepatoseluler. Namun, tumor ganas yang paling umum terjadi adalah tumor ganas sekunder, yang berawal dari metastasis kanker organ atau lokasi lain, seperti:

  • Usus besar dan rektum
  • Pankreas
  • Payudara
  • Ovarium dan uterus
  • Paru-paru
  • Ginjal
  • Kerongkongan
  • Perut

Hepatectomy Kanker Hati

Teknik hepatectomy bisa dilakukan dengan prosedur operasi terbuka atau dengan prosedur laparoskopi. Sebelum dibedah, dilakukan CT imaging atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk memvisualisasikan lokasi dan luasnya kanker. Selain itu, langkah ini penting untuk menentukan apakah kanker bisa dihilangkan secara aman.

Tindakan reseksi sebagian segmen hati dengan nodul kanker sangat membantu pencegahan penyebaran kanker. Untuk beberapa pasien, mungkin diperlukan perencanaan bedah dengan perhitungan volume hati yang tersisa. Langkah ini diambil untuk memastikan kecukupan volume hati yang tersisa pasca operasi.

Untuk menentukan jenis bedah hepatectomy yang akan dijalani pasien, dokter akan terlebih dahulu mencari tahu ukuran, lokasi, dan jumlah kanker. Sehingga, ketika bedah berlangsung, dokter dapat menyingkirkan bagian organ yang ditumbuhi tumor, atau bahkan di seluruh bagian lobus.

Meski begitu, tidak semua tumor dapat dihapus dengan hepatectomy. Prosedur ini tak bisa dilakukan untuk pasien dengan tumor besar yang telah menginvasi pembuluh hati besarnya. Atau pasien yang memiliki beberapa tumor di sejumlah lobus. Atau pasien dengan tumor yang telah menyebar di luar organ hati.

Bagi sejumlah pasien, transplantasi atau pencangkokan organ hati dapat menjadi pengobatan yang lebih baik untuk sembuh total.