Operasi Hati

Pada mayoritas kasus, ketika kondisinya cocok, dokter kerap merekomendasikan tindakan operasi untuk penderita kanker hati. Kenapa? Karena pengobatan ini terbukti paling efektif menyembuhkan, secara langsung menyingkirkan bagian-bagian reseksi atau hepatectomy sesuai kebutuhan.

Mengapa tindakan operasi tidak cocok untuk semua kasus?

Prinsipnya, operasi ditujukan untuk menghilangkan kanker dari organ liver. Tapi, untuk stadium lanjut, hal ini tidak mungkin dilakukan karena kanker telah menyebark ke jaringan atau organ lain. Sehingga tindakan operasi tidak lagi efektif, berbeda saat kanker masih terlokalisir di organ hati saja.

Kenapa tindakan operasi perlu dipertimbangkan?

Ada banyak risiko yang diambil jika tidak melakukan operasi. Selain penyebaran penyakit, fungsi organ hati akan terganggu, contohnya mengalami sirosis. Padahal, organ ini termasuk vital, yang perannya tidak bisa digantikan oleh organ lain. Oleh karenanya, ahli bedah perlu segera menilai kondisi hati pasien, menganalisis: apakah fungsi vitalnya masih dapat diandalkan pasca pelaksanaan operasi atau tidak.

Pilihan Operasi Kanker Hati

Secara umum, ada dua pilihan, yakni operasi terbuka atau bedah laparoskopi.

1. Operasi Terbuka
Operasi ini bertujuan menghilangkan tumor hati dan kista dengan membuat sayatan besar di perut (dikenal dengan istilah chevron), yang panjangnya sekitar 15 – 18 inchi.

2. Bedah Laparoskopi
Dikenal pula nama operasi “Keyhole” laparoskopi adalah pilihan favorit saat kondisinya memungkinkan. Selain efektif menghilangkan tumor hati dan kista yang terletak di permukaan hati dan meninggalkan segmen lateral (lateral yang segmentectomy), bedah jenis ini tidak meninggalkan luka besar di perut. Pasien lebih cepat pulih, lebih cepat pulang ke rumah.

Dengan laparoskopi, dua prosedur lainnya juga dapat dilakukan, yaitu: radiofrequency ablation dan microwave ablation.

Radiofrequency ablation adalah tindakan menggunakan arus listrik untuk membunuh sel-sel kanker. Secara klinis, hasilnya mirip dengan reseksi bedah untuk tumor yang besarnya kurang dari 3 cm.

Sedangkan microwave ablation memanfaatkan energi gelombang mikro untuk ablasi tumor. Teknik ini mampu mengatasi tumor yang lebih besar (mencapai 6 cm), prosedurnya lebih cepat, dan bisa diterapkan pada tumor yang terletak di sebelah pembuluh darah utama tanpa efek heat sink.

Pemulihan Pasien Bedah Kanker Hati

Pasca operasi, organ hati—secara alami—akan melakukan regenerasi untuk kembali berfungsi normal. Lamanya pemulihan bergantung dari seberapa banyak bagian dari organ yang dihilangkan, kemungkinan komplikasi, atau kambuh lagi di masa mendatang. Pasien dengan sirosis hati mungkin beresiko mengalami gagal hati setelah operasi, jika sebelum operasi ditemukan kurangnya fungsi residual hati.

Dapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk kanker hati. Konsultasikan dengan ahli bedah hati berpengalaman, sekarang juga!